Selasa, 20 Februari 2018

Bata Merah vs Bata Ringan


Penggunaan bata merah sebagai bahan pengisi dinding sudah jamak kita lihat diberbagai bangunan dari dulu hingga kini. Bahan material ini, hingga sekarang sepertinya masih punya tempat dihati masyarakat kendati sudah banyak gempuran teknologi ripil dengan berbagai rekayasa konstruksi seperti bata ringan. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan, karena selain sudah teruji kekuatannya, juga mendapatkannya pun tidak susah.

Hampir disetiap daerah menggunakan bata merah ini sebagai salah satu bahan konstruksi bangunan. Bata merah dengan ukuran 24x12x6 cm cukup murah dan mudah didapat, merupakan bata konvensional yang memiliki bahan dasar berupa tanah liat (lempung), dimana proses pembuatannya biasanya dilakukan secara tradisional (manual) atau jika merupakan industri kadang ada yang dikerjakan di pabrik, meskipun pabriknya pun menggunakan mesin yang tradisional. Karena pembuatan bata yang manual, ukuran maupun bentuk tekstur dari bata tersebut sering tidak presisi. Tetapi karena memang berada didalam dinding, kadang hal ini tidak merupakan masalah.

Teknologi sipil terus berkembang untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Atas latar belakang inilah, diciptakannya bata ringan. Bata ringan adalah material yang menyerupai beton dan memiliki sifat kuat, tahan air dan api, awet (durabel) yang dibuat di pabrik menggunakan mesin. Bata ini cukup ringan, halus, dan memiliki tingkat kerataan yang baik.

Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. Kemudian pertanyaan yang beredar dimasyarakat tentunya adalah apakah bata ringan sudah bisa menggantikan bata merah baik tinjauan dari harga, kekuatan, kemudahan mendapatkannya, motode pemasangan dan lain-lain. Agar lebih dalam, mari kita bedah satu-satu agar kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing.

BATA MERAH
Bahan bangunan ini terbuat dari tanah liat dan mineral-mineral lain yang dibentuk dalam ukuran tertentu, biasanya 24x12x6 cm. Dicetak dengan ukuran tersebut, kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah melewati proses pengeringan, bata merah itu dibakar dalam tungku untuk membuatnya kuat dan tahan lama. Bata merah yang bagus akan keras, tahan api, tahan terhadap pelapukan, dan cukup murah, sehingga berperan penting dalam membuat dinding dan lantai.


Spesifikasi batu merah
• Berat jenis kering (ρ) : 1500 kg/m3
• Berat jenis normal (ρ) : 2000 kg/m3
• Kuat tekan : 2,5 – 25 N/mm² (SII-0021,1978)
• Konduktifitas termis : 0,380 W/mK
• Tebal spesi : 20 – 30 mm
• Ketahanan terhadap api : 2 jam
• Jumlah per luasan per 1 m2 : 70 - 72 buah dengan construction waste

Kelebihan Bata Merah
1.     Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
2.     Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
3.     Mudah untuk membentuk bidang kecil
4.     Murah harganya
5.     Mudah mendapatkannya
6.     Perekatnya tidak perlu yang khusus.
7.     Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.

Kekurangan Bata Merah
  1. Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi
  2. Menyerap panas pada musim panas dan menyerap dingin pada musim dingin, sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan atau tidak stabil.
  3. Siarnya besar-besar cenderung boros dalam penggunaan material perekatnya.
  4. Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama membuat waste-nya dapat lebih banyak.
  5. Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata.
  6. Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding lainnya.
  7. Berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.
  8. Bata merah menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan.


BATA RINGAN
Material yang menyerupai beton dan memiliki sifat kuat, tahan air dan api, awet (durable) yang dibuat di pabrik menggunakan mesin. Bata ini cukup ringan, halus dan memiliki tingkat kerataan permukaan yang baik. Bata ringan diciptakan dengan tujuan memperingan beban strukur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung.

Memiliki panjang 60 cm, tinggi 20-40 cm dan tebal 75,100, 125, 150, 175, 200 cm. Adonannya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam.

Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang ia berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton. Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Adonan beton aerasi ini lantas dipotong sesuai ukuran.

Spesifikasi
• Berat jenis kering : 520 kg/m3
• Berat jenis normal : 650 kg/m3
• Kuat tekan : > 4,0 N/mm2
• Konduktifitas termis : 0,14 W/mK
• Tebal spesi : 3 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
• Jumlah per luasan per 1 m2 : 22 - 26 buah tanpa construction waste.

Kelebihan Bata Ringan
  1. Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
  2. Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat.
  3. Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
  4. Pengangkutannya lebih mudah dilakukan.
  5. Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
  6. Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
  7. Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  8. Mempunyai kekedapan suara yang baik.
  9. Kuat tekan yang tinggi.
  10. Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.

Kekurangan bata ringan
  1. Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup banyak.
  2. Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan, yang saat ini sudah tersedia di lapangan.
  3. Diperlukan keahlian khusus untuk memasangnya, karena jika tidak dampaknya sangat kelihatan.
  4. Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa. Kalau tetap dipaksakan diplester sebelum kering maka akan timbul bercak kuning pada plesterannya.
  5. Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
  6. Agak susah mendapatkannya. Hanya toko material besar yang menjualbata ringan ini dan penjualannya pun dalam volume besar.
PERBANDINGAN HARGA BAHAN
Untuk Bata Merah Pres Mesin harga per buah adalah Rp 500,- sedangankan bata merah proses tangan harga per buahnya adalah Rp 350. Dalam 1 m2 dinding bata merah membutuhkan sekitar 70 bata. Jadi 1m2 dinding bata ringan butuh bahan senilai Rp 350 x 70 bata atau senilai Rp. 24.500,-. Bahan lain yang diperlukan adalah semen PC sebanyak 14 kg dan pasir pasang sebanyak 0,04 m3. Jadi 1 m2 bata merah butuh bahan sebagai berikut
  • 70 bata x Rp. 350 = Rp. 24.500,-
  • 14 Kg Semen PC x Rp. 1.070 = Rp. 14.980,- (Harga Semen Gresik 50 Kg adalah Rp. 53.500,-)
  • 0.04 m3 pasir pasang x Rp. 145.000,- = Rp. 5.800,-
Totalnya 1 m2 dinding menggunakan bahan bata merah adalah Rp. 45.280,-

Sedangan Bata Ringan ada yang menawarkan dua ukuran. Yakni ukuran 600 x 200 x 100 mm yang dijual sekitar Rp 13.000,- per blok atau Rp 1.000.000,- per m3 dan ukuran 600 x 200 x 75 mm harganya sekitar Rp 9.750 per blok atau Rp 1.080.000 per m3. Dalam 1 m2 bidang dinding membutuhkan bata ringan, sebanyak kurang lebih 8,5 bata ringan. Jadi 1m2 dinding bata ringan butuh bahan senilai Rp13.000,- X 8,5 bata atau senilai Rp110.500,- per m2. Bahan lain yang diperlukan bahan perekat berupa semen instant mortar sebanyak 4 kg. Jadi 1m2 bata ringan butuh bahan sebagai berikut ;
  • 8,5 bata ringan x Rp. 13.000,- = Rp. 110.500,-
  • 4 kg mortar x Rp. 2.340,- = Rp. 9.360,-
Totalnya 1 m2 dinding menggunakan bahan bata ringan adalah Rp. 119.860,-

Perbandingan diatas merupakan perbandingan harga bahan untuk dinding tanpa plester dan tentunya tidak menghitung upah pekerja. Bisa dilihat bahwa bata ringan lebih mahal 2 kali lipat lebih dari bata merah.

KESIMPULAN
Bata ringan memiliki bobot ringan namun memerlukan bahan yang mahal, sedangkan bata merah memiliki bobot lebih berat namun biaya pekerjaannya murah. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa jika pembangunan bangunan rendah seperti rumah tinggal disarankan untuk memakai material bata merah saja, karena dapat menekan pengeluaran untuk pekerjaan pasangan dinding.

Sedangkan untuk proyek pembangunan bangunan tinggi disarankan untuk memakai material bata ringan sebagai pasangan dinding, karena sifatnya yang ringan dapat mengurangi beban yang membebani konstuksi gedung sehingga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk struktur bangunan.





MEGATruss Global

Showroom : Jl. Mayjend Sungkono 1005 - Buring - Kota Malang, 


Office    : Citra Garden City / Ciputra, Blok P1. No.4 -Kota Malang

Workshop & Factory di Surabaya : Pergudangan Mutiara Margomulyo Indah Blok A-37, Kota

Surabaya

Workshop di Blitar : Bendosewu, Talun - Blitar

Workshop di Ponorogo : Raya Kradinan, Dolopo - Ponorogo



Phone :

Telkomsel : 0853 3443 9900(Call, SMS, WhatsApp, Line)

Indosat : 0856 55 40 0004 (Call, SMS, WhatsApp)

XL / Axis : 087 888 48 5050 ( Call, SMS)

Phone & Fax : 0341 - 754253

Email : megatrussglobal@yahoo.com


Manfaat Bata Ringan - Pengaruh Air Pada Konstruksi Bangunan

Manfaat Bata Ringan
Manfaat bata ringan atau hebel saat ini sudah banyak diakui sebagai salah satu material bahan bangunan yang kuat dan efisien. Material jenis ini terbuat dari campuran pasir kwarsa, semen, kapur, gypsum, air dan almunium pasta sebagai bahan pengembangnya. Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam.

Bata ringan untuk dinding sudah mulai banyak digunakan untuk pembangunan rumah minimalis. Karena proses pencetakannya dilakukan pabrik maka ukurannya lebih presisi sehingga memudahkan dalam proses pemasangannya. Bata ringan juga sangat baik dalam menyerap panas sehingga rumah Anda akan terasa lebih sejuk.

Kelebihan bata ringan untuk mendirikan rumah minimalis sangat banyak, namun penggunaanya belum sepopuler bata merah dan bata beton. Selain itu, dibutuhkan tukang yang memiliki pengalaman dan material khusus untuk mendirikan bata ringan ini.
Kali ini diminimalis akan melanjutkan mengulas lebih dalam tentang kelebihan dan kekurangan menggunakan bata ringan sebagai lanjutan artikel kami sebelumnya, Anda bisa membaca artikel tersebut di bawah ini.

Pengaruh air pada konstruksi bangunan
Mengendalikan air pada suatu proyek bangunan sangat penting dalam mencapai hasil yang terbaik terutama untuk dinding bangunan. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menyikapinya :
  1. Selama musim hujan kita harus menutupi bata merah atau bata ringan sewaktu diantar ke proyek. Kita perlu melindungi tumpukan batu bata dari hujan sehingga mereka tidak menyerap terlalu banyak air sebelum diaplikasikan. Keduanya sangat menyerap dan dapat menyimpan banyak air yang akan mempengaruhi waktu pengeringan dalam pengerjaan pasangan bata, plester, dan acian.
  2. Pemasangan atap terlebih dahulu merupakan langkah yang terbaik sebelum memulai plester, agar batu bata memiliki waktu untuk kering dan dinding akan terlindung dari hujan. Jika dinding dibiarkan terbuka akan terkena hujan maka kita harus menyiapkan terpal untuk menjaga dinding agar tetap kering dan untuk melindungi plester serta acian selama aplikasi. Adalah tanggung jawab kontraktor untuk menyiapkan penutup yang baik untuk dinding yang terbuka selama pembangunan. Menjaga hasil pengerjaan acian pada area yang terbuka setidaknya satu hari setelah selesai aplikasi, agar terlindungi dari hujan. Hujan dapat mudah terserap masuk ke dalam acian yang masih basah ( belum kering sempurna ) kemudian akan melemahkan ikatan pada plester atau dapat merusak permukaan aciannya.
  3. Air sangat penting untuk menambah kekuatan pada setiap produk yang mengandung semen. Jika pasangan bata, plester atau acian mengering terlalu cepat kita mendapatkan hasil yang lemah atau berdebu. Seiring dengan waktu kekuatan semen akan terjadi peningkatan,yang mana proses itu disebut “Hydrasi” dan pada mortar kita dapat mencapai kekuatan 80% sampai 90% dalam waktu 2 minggu setelah aplikasi. Jika dinding mengering terlalu cepat tidak ada proses hydrasi pada semen maka peningkatan kekuatan akan otomatis berhenti. Hindari Aplikasi di bawah terik matahari langsung atau dalam kondisi berangin kencang. Seorang tukang yang berpengalaman dan bagus, lebih mengerti terhadap jumlah air yang diperlukan untuk membasahi dinding plaster untuk mengaci, yang mana jumlahnya tergantung pada kondisi dinding dan cuaca.
  4. Plester Tradisional memiliki resiko penyusutan yang sangat tinggi yang disebabkan oleh kandungan lumpur yang tinggi pada pasir, gradasi buruk dari pasir atau kandungan semen yang tinggi. Penyusutan berbanding lurus dengan peningkatan kekuatan, kira- kira 80%-90% baru selesai setelah 2 minggu. Jangan aplikasikan acian (tradisional atau mortar) sebelum 2 minggu,apabila plester mengalami penyusutan, maka akan menyebabkan keretakan pada acian.
  5. Kelembaban air dalam dinding dapat berasal dari berbagai sumber:

  • Air yang terperangkap dalam batu bata
  • Plester yang belum kering / masih basah
  • Terkena hujan langsung
  • Cuaca lembab
  • Kelembaban dari tanah
  • Membasahi dinding terlalu banyak sebelum aplikasi acian
Pada pengeringan sempurna kami menargetkan kandungan kelembaban air kurang dari 15%. Jika kelembabannya lebih tinggi dari itu maka waktu pengeringan akan lebih lama.


Penggunaan Semen Instan

Semen instan untuk pekerjaan pemasangan bata merah, bata ringan dan pekerjaan plester, dengan ketebalan 10 mm pada dinding interior dan eksterior.

Penggunaan
MU-301 dapat diaplikasikan diatas berbagai permukaan, yaitu:
Pekerjaan Plesteran :
  • Permukaan pasangan bata merah atau bata ringan.
  • Permukaan beton yang terlebih dahulu dilapisi MU-L500 (Perekat Mortar & Beton berbahan Akrilik) atau MU-L501 (Perekat Mortar & Beton berbahan PVAc).
Pekerjaan Pasangan Bata:
  • Permukaan struktur yang rigid dan stabil (Sloof atau ring balok) baik beton atau baja, yang terlebih dahulu dilapisi MU-L500 (Perekat Mortar & Beton berbahan Akrilik) atau MU-L501 (Perekat Mortar & Beton berbahan PVAc).
  • Pemasangan bata merah dan bata ringan (ALC).
Daya Sebar


  • Bata Merah  : ± 1,25 m² / sak 40 kg / tebal aplikasi 10 mm


Daya Sebar Pasangan: 
  • Bata Ringan : ± 3,5 m² / sak 40 kg / tebal aplikasi 10 mm
Daya Sebar Plesteran:
  • Bata Merah : ± 1,9 m² / sak 40 kg / tebal aplikasi 10 mm
  • Bata Ringan    : ± 2,1 m² / sak 40 kg / tebal aplikasi 10 mm

Data Teknik

BentukPowder
WarnaAbu-abu muda
PerekatSemen Portland
AgregatPasir pilihan dengan besar butiran maksimum 3 mm
Bahan pengisi (filler)Guna meningkatkan kepadatan serta mengurangi porositas bahan adukan.
Bahan tambahan (Additive)Bahan  tambahan yang  larut dalam air guna meningkatkan kelecakan / workability dan daya rekat.
Kebutuhan air 6,0 – 6,5 liter / sak 40 kg
Water retentionDIN 18555 Part 7 : > 95 %
Dry Bulk DensityEN 1015-10 : 1.870 Kg/m3
Tebal Aplikasi± 10 mm untuk pasangan bata merah dan bata ringan, 10 mm untuk plesteran
Compressive strength
DIN 18555 Part 3 : 3-6N/mm2 @ 28 hari  
Adhesion EN 1015-12 : 0,1- 0,2 N/mm2
Drying shrinkageASTM C 596-01 : <0,1 %

Persiapan
Alat kerja : Roskam, jidar panjang dari baja atau aluminium.
Persiapan
Pemasangan bata merah & bata ringan :
  1. Siapkan tempat kerja & permukaan yang akan dipasang bata.
  2. Pasang petunjuk-petunjuk yang cukup untuk kerataan pemasangan bata..
  3. Bersihkan dasar permukaan dari serpihan, kotoran & minyak yang dapat mengurangi daya rekat adukan.
  4. Bata yang hendak dipasang sebaiknya juga dibasahi terlebih dulu dengan air.

Plesteran :
  1. Siapkan tempat kerja & permukaan yang akan diplester.
  2. Pasang petunjuk-petunjuk yang cukup untuk kerataan pemlesteran.
  3. Bersihkan dasar permukaan dari serpihan, kotoran & minyak yang dapat mengurangi daya rekat adukan.
  4. Jika terlalu kering, basahi dasar permukaan yang akan diplester air.

Pengadukan
  1. Tuang air sebanyak 6,0-6,5 liter untuk kantong MU-301 (40kg).
  2. Masukan adukan kering MU-301 ke dalam bak adukan.
  3. Aduk campuran di atas hingga rata.

Cara Aplikasi
Aplikasi :
  1. Pemasangan bata merah & bata ringan (ALC):
  2. Pemasangan bata dilakukan secara manual sebagaimana umumnya.
  3. Tebal spasi yang dianjurkan adalah 10 mm.
Plesteran :
  1. Pemlesteran dilakukan sebagaimana umumnya.
  2. Tebal plesteran yang dianjurkan adalah 10 mm.
  3. Plaster untuk bata ringan dianjurkan untuk melakukan teknik kamprot.
  4. Kamprot adalah sebuah trik atau teknik finishing pada sebuah bidang atau permukaan yang dilakukan dengan cara tertentu sehingga dapat menimbulkan tekstur halus kasar secara acak

Penyimpanan
Simpan di dalam ruangan dan jaga agar selalu dalam keadaan kering. Hindari tumpukan berlebih, maksimal 8 tumpuk per palet (tumpukan palet maksimal 2).

Kemasan40 kg.

Masa Kadaluarsa12 bulan bila disimpan dalam kantong tertutup dalam ruangan yang selalu kering.


Alat, Bahan dan Cara Pemasangan Bata Ringan


Cetok Polos dan Bergerigi
Palu Karet





















Alat dan Bahan :
  • Hebel
  • Semen instan (MU 301)
  • Air
  • Ember
  • Timba
  • Cetok
  • Palu karet
  • Gergaji
  • Waterpass

Cara Pemasangan :
  1. Siapkan area kerja yang akan dipasangi dinding bata ringan di atasnya. Di antaranya meliputi pekerjaan pemasangan tanda-tanda yang bisa mendukung kerataan pasangan hebel serta pembersihan area tersebut dari kotoran-kotoran yang dapat mengganggu kelangsungan pekerjaan. Jangan lupa juga untuk menyiram area kerja supaya daya serapnya bertambah lebih besar dan adukan perekat pun bisa menempel kuat di atasnya nanti.
  2. Isilah ember dengan air hingga penuh, lalu masukkan hebel ke dalamnya. Perendaman ini bertujuan untuk membasahi hebel tersebut agar tidak menyerap air dari adukan perekat sehingga proses pengerasannya dapat berjalan dengan normal. Perlu diketahui daya serap hebel terbilang tinggi yaitu mencapai 20 gram/menit.
  3. Buat adukan perekat yang terdiri dari semen instan yang dicampurkan air secukupnya, kemudian aduk sampai komposisinya tercampur rata dan bersifat homogen. Umumnya setiap kemasan semen instan yang mempunyai netto 40 kg membutuhkan air sebanyak 6-7 liter. Anda bisa memperhatikan petunjuk yang tertera pada bungkus semen untuk mendapatkan takaran yang pas.
  4. Pemasangan hebel dilakukan secara manual sebagaimana umumnya, yakni menyusun hebel-hebel tersebut dalam satu barisan mendatar dengan menambahkan adukan perekat di sela-selanya. Sebaiknya ukuran ketebalan spesi yang dipakai berkisar antara 8-10 mm agar hasil pekerjaan rapi dan kuat. Anda juga bisa memberikan angkur untuk pasangan hebel dengan catatan harus menyesuaikannya terlebih dahulu terhadap jenis bata ringan yang dipilih.
  5. Proses pemlesteran dinding bisa dilakukan setelah menunggu waktu selama sehari semalam supaya kondisinya telah benar-benar kering. Jika pengerjaan pemasangan ini menghasilkan dinding yang memiliki permukaan rapi, bahkan Anda tidak perlu memplesternya lagi, melainkan langsung bisa mengacinya. Silahkan klik di sini untuk mendapatkan panduan pengacian hebel.

Pada contoh cara pemasangan bata ringan di atas tentu saja berbeda dengan proses yang sesungguhnya di lapangan, namun teori dasarnya kurang lebih seperti itu. Jadi, sekali lagi kami tekankan untuk pemasangan bata ringan ini betul-betul dibutuhkan tenaga ahli yang sudah berpengalaman. Atau gunakan jasa kami sebagai Aplikator dan Distributor panel lantai, hubungi marketing kami di bawah ini:

MEGATruss Global

Showroom : Jl. Mayjend Sungkono 1005 - Buring - Kota Malang, 


Office    : Citra Garden City / Ciputra, Blok P1. No.4 -Kota Malang

Workshop & Factory di Surabaya : Pergudangan Mutiara Margomulyo Indah Blok A-37, Kota

Surabaya

Workshop di Blitar : Bendosewu, Talun - Blitar

Workshop di Ponorogo : Raya Kradinan, Dolopo - Ponorogo



Phone :

Telkomsel : 0853 3443 9900(Call, SMS, WhatsApp, Line)

Indosat : 0856 55 40 0004 (Call, SMS, WhatsApp)

XL / Axis : 087 888 48 5050 ( Call, SMS)

Phone & Fax : 0341 - 754253

Email : megatrussglobal@yahoo.com

Cara Hitung Kebutuhan Bata Ringan

Sebelum membangun rumah sebaiknya anda harus mengerti cara menghitung kebutuhan bata ringan, karena ini sangat penting. Dengan mengetahui cara ini kita bisa membuat gambaran berapa jumlah bata ringan yang akan dibeli. Bata ringan sebenarnya sudah lama popular di dunia proyek. Namun akhir-akhir ini banyak rumah tinggal 2 lantai yang menggunakan bata ringan sebagai dinding karena beratnya yang ringan sehingga mengurangi beban konstruksi.
Cara perhitungan volume material ini sedikit berbeda dengan cara menghitung jumlah bata merah pada dinding. Untuk memasang bata ringan dibutuhkan mortar atau semen instan sebagai perekatnya, karena tidak seperti bata merah yang menggunakan adukan campuran semen dan juga pasir.
Pemakaian bata ringan aerasi kini mulai meningkat. Dengan bentuk yang besar dan ringan, pengerjaan pemasangan bata dinding menjadi lebih optimal.
Untuk menghitung kebutuhan pemakaian bata, Anda harus menghitung terlebih dulu luas dinding yang akan dibangun. Cara hitungnya, tentukan keliling ruang kemudian kalikan dengan tinggi ruang. Setelah itu kalikan luas dinding dengan kebutuhan bata ringan aerasi untuk 1 mluas dinding.

Untuk mempermudah, berikut ini kami paparkan contoh perhitungan untuk sebuah ruang dengan ukuran 5 m x 7 m dengan tinggi 3 m:

Keliling ruang = 2 x (P x L)
                       = 2 x (5 m + 7 m)
                       = 24 m

 Luas dinding = Keliling ruang x tinggi ruang
= 24 m x 3 m
= 72 m²

Bata ringan aerasi untuk 1 m² = 0,086 m3

Kebutuhan bata ringan aerasi      = Luas dinding x bata ringan aerasi untuk 1 m2
                                                     = 72 m² x 0,086 m3/m²
                                                          = 6,12 m3 (pembulatan ke atas menjadi 7 m3)


Pada hitungan diatas saya konversi terlebih dahulu ke satuan kubik (m3) karena memang di dunia proyek untuk memesan bata ringan ke supplier harus dengan satuan kubikasi. Karena supplier juga memberikan harga per kubik. Mungkin cara menghitung kebutuhan hebel / bata ringan di atas bisa menjadi pengetahuan buat teman-teman sedikit gambaran cara menghitung jumlah kebutuhan bata ringan. Kalau masih ada yang kurang jelas silahkan komen dibawah.